Tuesday, November 15, 2016

Jagalah Hati, Tabayyun 411

^ Jagalah Hati, Tabayyun 411 ^

Bisakah ayat Quran dijadikan alat untuk membohongi/membodohi orang?

Bisa, misalnya saat aparat menangkap teroris/ISIS, lalu bilang: "Jangan mau dibodohi PAKAI ayat-ayat jihad yang menyuruhmu melakukan bom bunuh diri."

Apakah artinya ayat-ayat jihad di dalam Quran itu bohong? Tidak, hanya saja penafsirannya yang keliru, karena setiap penafsiran ayat itu perlu dilihat juga asbabunnuzul/sebab musababnya kenapa dan saat kapan/kondisi seperti apa sehingga diturunkannya ayat tersebut.

Lalu siapa yang membodohi/membohongi teroris tersebut dengan menggunakan ayat-ayat jihad? Bisakah itu adalah seorang ulama? Bisa, namun tentu ulama yang sesat alias setan yang berpenampilan seperti ulama.

Maka apakah aparat yang menyebutkan kalimat di atas sedang menistakan agama?

Tafsir dari kata "Awliya" pada Al-Maidah 51 adalah "Teman Setia/Sekutu", silakan cek tafsir Quran internasional. Sedangkan bahasa Arab dari kata "Pemimpin" adalah Amir (tunggal) / Umaro (jamak), contoh: Amirulmukminin = Pemimpin orang-orang yang beriman. Hanya di Indonesia saja yang terjemahan dari kata "Awliya" dirubah jadi kata "Pemimpin" oleh pemerintah orde baru karena pada saat itu dikhawatirkan jika diartikan "Teman Setia/Sekutu" maka akan ada yang menganggap tidak boleh berteman dengan non-muslim sehingga bisa menyebabkan perpecahan bangsa. Padahal yang dimaksud "Teman Setia/Sekutu" di situ adalah sobat karib yang sangat dekat untuk selama-lamanya (sampai mati). Ayat tersebut diturunkannya (Asbabunnuzul-nya) pada saat umat Muslim sedang diperangi oleh kaum Nasrani dan Yahudi. Tentu saja sangat berbahaya bila ber-awliya/berteman setia/bersekutu dengan mereka di saat sedang berperang karena dikhawatirkan akan ada pengkhianatan. Hal tersebut tidak sama dengan kondisi kita saat ini di Indonesia yang justru sedang butuh menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, apalagi kita adalah negara demokrasi yang majemuk. Setelah sadar akan kekeliruan terjemah dari kata tersebut, akhirnya kini DepAg telah merevisinya kembali ke arti yang sebenarnya.

Mengapa Ahok tahu tentang ikhtilaf (perbedaan) tafsir itu? Mengapa pula Ahok bilang ada yang membohongi masyarakat PAKAI ayat tersebut?

1. Karena Ahok dari sejak dulu saat pernah mencalonkan diri sebagai bupati Belitung Timur pun sudah sangat sering diserang dengan MEMAKAI ayat tersebut oleh para lawan politiknya yang kebetulan ber-KTP Islam. Bertebaran selebaran di masjid-masjid berisi Al-Maidah 51. Saat Ahok mengadukan hal ini kepada almarhum Gus Dur yang saat itu mendukung pencalonannya, almarhum Gus Dur mengatakan bahwa hal itu tak usah dihiraukan, terus maju saja, karena ayat itu beda konteksnya. Jadi, Ahok mendapatkan pemahaman tentang Al-Maidah 51 itu dari tafsir menurut almarhum Gus Dur, bukan menurut pemahamannya sendiri. Akhirnya, Ahok pun terpilih menjadi Bupati di Belitung Timur yang notabene 93% penduduknya adalah muslim. Hal tersebut mungkin terjadi karena pada saat menjadi anggota DPRD Belitung Timur, Ahok adalah pejabat yang terkenal karena kejujuran dan kerja kerasnya yang tulus membantu masyarakat di sana.

2. Selain memiliki seorang ibu angkat yang beragama Islam (Berjilbab, Almarhumah) dan seorang kakak angkat yang merupakan pendakwah di Jamaah Tabligh, Ahok pun dari sejak SD hingga SMP belajar agama Islam di sekolah negeri (Maklum karena dulu di kampung kurikulum pelajaran agamanya hanya ada agama Islam saja). Nilai-nilai pelajaran agama Islam nya pun selalu bagus, bahkan lebih tinggi dibanding teman-temannya yang memang beragama Islam.

Muncul pernyataan: "Jika dijadikan teman setia saja tidak boleh, apalagi dijadikan pemimpin." Berkaitan dengan hal itu, gubernur adalah pelayan rakyat yang masa jabatannya hanyalah selama 5 atau paling lama 10 tahun saja, bukan seperti teman setia yang sangat dekat tuk selama-lamanya (sampai mati). Selain itu, kita pun bisa googling tentang apa saja prestasi dan jasa seorang Ahok kepada umat muslim selama dia menjabat kemarin, justru banyak hal luar biasa yang telah dilakukannya demi kemajuan dan kesejahteraan umat muslim di Jakarta yang belum pernah dilakukan gubernur-gubernur ber-KTP Islam sebelumnya. Ahok adalah seorang pelayan rakyat yang non-Islam, namun sangat Islami.

Maka apakah masih ada yang ngotot bahwa dalam video tersebut Ahok telah bermaksud menistakan Quran, ulama, atau agama Islam?

Mungkin doktrin berita hoax dan fitnah dari pihak-pihak yang tidak suka jika Indonesia rukun dan maju karena dipimpin oleh para pemimpin jujur itu sudah terlalu mendarah daging di hatimu. Ingat lagi nyayian Aa: "Jagalah hati, jangan kau kotori... "

#TabayyunItuSangatPenting

- RSA -
radensonny.wordpress.com
radensonny.tumblr.com
radensonny.blogspot.com
facebook.com/radensonny

Tulisan lengkap beserta foto-fotonya ada di sini:
https://www.facebook.com/radensonny/posts/1616819685002198

Link data tentang 'Ahok dan Kemajuan Umat Islam' bisa dibuka di sini:

https://www.facebook.com/radensonny/posts/1617070894977077

atau di:

http://koranmetro.com/detailpost/relanu-ahok-itu-peduli-umat-islam

Silakan sebarkan tulisan ini dalam rangka turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, demi masa depan Indonesia yang lebih baik tuk anak cucu kita. Semoga menjadi amal jariyah.

#MuakPolitisasiSARA
#LawanFitnahBusuk

Share please... be my pleasure 😊

0 comments: