Saturday, December 17, 2016

MAMA ANGKAT AHOK BERAGAMA ISLAM


Adikku Ini Baik Sekali, Isak Tangis Nana Kakak Angkat Ahok

Pintu gerbang pengadilan dijaga ratusan personel Brimob. Para polisi wanita muda membuat pagar hidup di pintu gerbang pengadilan. Aku mencoba masuk. Seorang polisi menahan.

"Tidak boleh masuk Pak", ujar Pak Polisi. Aku memberi penjelasan bahwa persidangan terbuka untuk umum. Tetap saja polisi itu melarang karena belum ada izin dari komandannya.

Sorakan dan teriakan Tangkap Ahok !! Tangkap Ahok !!, semakin kencang. Aku bertahan di kerumunan depan pintu gerbang pengadilan. Aparat sibuk mengatur barisan massa agar tidak menghalangi pengguna jalan. Jalan mulai macet karena massa telah menyemut.

Aku menerobos penjagaan aparat yang begitu ketat. Kali ini aku menyelip di antara massa yang ingin masuk ke dalam gedung. Aku harus masuk, itu tekadku. Suara dari megaphone polisi memberi izin 25 orang lagi pengunjung umum boleh masuk. Setelah berjuang keras akhirnya aku bisa masuk bersama dengan pengunjung lain.

Ruang sidang pengadilan menjorok jauh ke dalam. Setiap orang harus melalui pintu metal detector. Semua diperiksa ketat. Badan saya juga diperiksa seorang polisi.

Di ruang sidang kursi sudah terisi penuh. Beberapa orang terpaksa berdiri. Kursi kayu panjang cuma muat untuk empat orang. Aku minta ijin duduk di barisan depan tengah kursi nomor dua. Di depanku duduk Ruhut Sitompul dan Edi Prasetyo. Di kursi kiri depan nampak abang angkat Ahok, Andi Ananta Amir juga ikut menemani Ahok.

Di dalam ruang sidang cukup tertib. Jauh berbeda dengan di luar gedung yang riuh suara pendemo yang teriak teriak tangkap Ahok kafir. Kami menunggu hampir 40 menit. Aku melihat beberapa orang berpakaian ormas FPI, GNPF juga ada dalam ruang sidang.

Puluhan penasihat hukum Ahok terlihat mempersiapkan diri. Demikian juga Jaksa Penuntut Umum. Sekitar pukul 09.00 Wib panitera memberi tahu ketentuan dan tata tertib persidangan.

Ahok masuk ke dalam ruang sidang dari pintu sayap kiri. Ia memakai baju batik coklat lengan panjang padu celana hitam. Kami diminta berdiri karena Majelis Hakim memasuki ruangan.

Hakim membuka persidangan dengan memberi kesempatan kepada Jaksa membacakan dakwaannya. Jaksa Penuntut umum membaca dakwaan persis seperti berita selama ini. Pidato Ahok di Kepulauan Seribu dijadikan dasar sangkaan penistaan agama sesuai Pasal 156 KUHP.

Usai Jaksa membaca dakwaannya, Hakim Ketua memberi kesempatan Ahok membacakan nota keberatannya. Ahok membacakan nota keberatan pribadinya.

Awalnya Ahok berbicara dengan lancar dan jelas nota keberatannya. Ia menjelaskan sejarah perjalanan hidupnya. Ia membuka dengan kalimat pembuka cerita perjalanan karirnya sejak menjadi pengurus partai di Belitung Timur hingga menjadi seorang gubernur.

Semua proses pembentukan pribadinya dipengaruhi oleh guru gurunya di sekolah Islam Belitung Timur. Teman temannya, ulama, ayah kandung dan ayah angkatnya Andi Amir Baso yang juga adik kandung Panglima ABRI 1980an Jenderal M Yusuf.

Tiba-tiba suasana sidang terasa hening. Semua mata dan telinga ikut mendengar suara Ahok yang berubah serak dan terbata. Ahok berhenti bicara, lalu terisak menahan tangis saat menceritakan kisah ayah kandungnya yang bersumpah dengan ayah angkatnya seorang mantan Bupati Bone 1967 -1970, H. Andi Baso Amir, seorang muslim taat. Kedua keluarga ini bersumpah bahwa keluarga mereka adalah saudara sampai akhir hayat.

Ahok beberapa kali menghentikan ceritanya karena menahan tangis. Ia menarik nafas dalam mencoba menahan emosinya. Beberapa kali tisu diberikan oleh tim penasihat hukumnya. Ahok mengambil tisu itu. Mengelap air matanya.

Di luar sana teriakan suara pendemo pakai pengeras suara meneriakkan "AHOK KAFIR!! KAFIR!! TANGKAP AHOK!!", terdengar menembus dinding ruang sidang pengadilan.

Saya yang mengambil siaran langsung juga ikut berkaca kaca menahan sedih atas ekspresi Ahok. Saya melihat banyak pengunjung juga ikut menangis. Ruhut Sitompul yang duduk di samping saya juga ikut menangis. Beberapa kali Ia menghapus air matanya dengan sapu tangan.

"Bapak Majelis Hakim Yang Mulia.. Saya tidak habis pikir bagaimana bisa tuduhan menista agama Islam ini bisa didakwakan kepada saya.

Saya seperti orang tidak tahu berterimakasih jika saya menghina agama orang tua angkat saya yang saya sayangi. Agama yang sangat saya hormati sejak saya kecil.

Bagaimana mungkin saya menista agama ayah angkat saya? Ayah angkat dan saudara saya yang sangat saya hormati?", ucap Ahok dengan suara serak menahan tangis.

Saya melihat kesenduan dari balik badan Ahok yang memunggungi kami. Ia tidak rela dakwaan menista agama Islam ditimpakan kepadanya. Itu artinya dirinya telah mengkhianati sumpah setia saudara sehidup semati dengan keluarga angkatnya H. Andi Amir Baso yang beragama Islam taat.

Pukul 11.40 WIB, sidang ditutup. Ahok berdiri dan menyalami majelis Hakim. Ruhut Sitompul langsung berjalan mendekati Ahok. Aku berdiri memanggil Ahok. Mengharap bisa menjabat tangannya sekedar memberi penghiburan agar tetap tegar.

Ruhut menarik Ahok. Mereka berjalan cepat keluar ke arah belakang. Aku mengekor bersama abang angkat Ahok. Ahok bersama Ruhut Sitompul dan Edi Prasetyo berjalan cepat naik ke lantai dua. Mereka masuk ke sebuah ruangan ukuran 2x3. Aku ikut masuk. Ada tujuh orang di dalam ruangan itu.

Di ujung meja itu Ahok duduk. Di sampingnya Edi Prasetyo dan Ruhut Sitompul. Mereka berbicara ringan. Aku duduk di samping Ruhut Sitompul. Di depanku duduk abang angkat Ahok Andi Ananta Amir.

Tiba-tiba seorang perempuan paruh baya berbaju kurung biru padu jilbab merah muda mendekati Ahok. Perempuan paruh baya itu menarik perhatian kami. Ia mendekap Ahok dari belakang. Mencium pipi Ahok sambil sesunggukan.

Ahok menutup matanya. Pelukan perempuan paruh baya itu membuat Ahok menarik nafas panjang. Ahok seakan sedang didekap ibu angkat yang sangat disayanginya.

Ibu angkat yang selalu memberi semangat dan selalu mendoakannya ketika orang-orang menghujatnya. Perempuan paruh baya itu semakin terisak. " Huhuhuhu..Adikku ini baik sekali orangnya..huhuhuhu", sedu perempuan baya itu sambil terus mendekap erat Ahok.

Mataku berkaca kaca melihat adegan menyayat hati ini. Aku bertanya pada abang angkat Ahok, siapa gerangan perempuan paruh baya itu. " Dia kakak kandungku, Nana Riwayati", jelas abang kandung Ahok.

Kakak adik berbeda iman dan suku yang disatukan oleh sumpah cinta kedua ayah mereka kini saling berpelukan dalam ruang pengadilan. Nana terus mendekap Ahok. Ia menangis tak peduli orang disekelilingnya juga terharu melihatnya.

Ahok menepuk tangan perempuan paruh baya itu. Ia menepuk tangan kakak angkatnya seolah berkata "Tidak apa apa kak...sudahlah jangan menangis lagi". Ahok memberi tisu kepada kakak angkatnya itu.

Di depanku, aku melihat abang angkat Ahok menundukkan kepalanya. Matanya tidak mampu menahan buliran air mata yang keluar dari pelupuk matanya. Ia tidak tahan melihat kakak kandungnya Nana menangis sambil mendekap erat Ahok. Ia heran mengapa saudara saudaranya seiman menghujat Ahok sebagai penista agama Islam, padahal Ia tahu Ahok sangat menghormati agama Islam.

Aku mendekati Ahok. Aku ingin menjabat tangannya. "Pak Ahok, saya Birgaldo Sinaga, tetap tegar dan kuat ya Pak, kami mendukung Bapak. Kami yakin Pak Ahok bisa melewati cobaan ini", ujarku sambil menepuk pundak Ahok.

"Oh iya..siapa? Birgaldo Sinaga? Ya..ya..saya ingat. Saya sering membaca tulisan saudara. Terimakasih ya.", ujar Ahok tulus sambil menjabat erat tanganku.

Aku tertegun. Tidak menyangka Ahok mengenal namaku. Padahal aku belum pernah bicara dengannya. Beberapa kali jumpa tapi sekedar selfie.

Polisi masuk ruangan. Mengajak Ahok agar segera keluar gedung pengadilan. Kami menyalaminya. Aku masih melihat matanya sembab. Ia memeluk abang angkatnya. Andi memeluk sambil menahan tangis. Nana, kakak angkat Ahok membisikkan sesuatu. Ahok mengangguk. Mereka berpelukan.

Ahok dan polisi melangkah cepat. Puluhan personel mengawal Ahok melewati koridor. Di luar gedung, pendemo semakin bergelora meneriakkan hujatan Tangkap Ahok..Tangkap Kafir Ahok.

Aku mendekati Nana. "Bu tadi ibu menangis sambil memeluk Ahok. Ibu bilang adikku ini baik sekali", tanyaku ingin tahu.

"Iya..Adikku Ahok itu orang paling baik. Setiap bertemu, Ahok selalu bilang harapannya ingin menolong umat muslim yang susah dan miskin. Ia selalu bilang akan memperjuangkan kebijakan menaikkan martabat orang susah dan miskin", ujar Nana masih dalam gurat sedih. Aku mengangguk. Nana mengejar Ahok dari belakang.
Kami berpisah. Aku berjalan bersama Bu Yen seorang relawan Ahok menerobos barisan polisi.

Koh Ahok...aku kehabisan kata untuk membesarkan hatimu. Ijinkanlah aku menuangkan segelas air putih lagi untuk menyegarkan jiwamu yang sedang dihimpit oleh orang orang yang berharap agar kau jatuh tergeletak tak berdaya.

Tetaplah tegar dan kuat ya Koh Ahok... Aku berharap cukuplah air matamu hanya di persidangan perdana ini. Esok... percayalah kebenaran akan mendekap dan memelukmu...karena orang benar tidak bisa dikalahkan sekalipun sejuta orang berusaha menginjak-injak wajahmu.

Salam perjuangan
Birgaldo Sinaga

TERIMAKASIH TIM GARUDA


OMONG KOSONG SI BUNNY YANNY


Franklin Graham Ajak Umat Kristen Dunia Dukung dan Doakan Ahok!

Pendeta Franklin Graham menyerukan kepada umat Kristen diseluruh dunia untuk mendukung dalam doa, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang saat ini mengalami masalah hukum atas tuduhan dugaan penistaan agama yang dilakukannya beberapa bulan lalu.
Putra dari penginjil legendaris dunia Billy Graham ini menyerukan hal itu di akun resmi facebook-nya, pada Rabu (15/12/2016) kemarin. “Kita perlu berdoa untuk Gubernur Jakarta (berkeyakinan) Kristen, Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama yang saat ini diadili karena dianggap melakukan penghujatan oleh umat Muslim, dan tentu saja (tuduhan itu) sangat konyol,” katanya yang sampai hari ini postingan tersebut telah di-likes 36 ribu kali dengan tiga ribu komentar dan 16 ribu share.
Franklin menambahkan bahwa demonstrasi yang dilakukan untuk memprotes Ahok dengan menginginkan untuk menggantungnya adalah sebuah tindak diskriminasi. “Mereka menolaknya karena dia seorang Kristen. Kelompok Muslim garis keras telah mengerahkan demonstrasi terhadapnya dan bahkan telah menyerukan untuk menggantungnya. Ini adalah jenis penganiayaan yang terjadi di seluruh dunia. Berdoalah untuk dia dan keluarganya.” Tutupnya.
Selain itu juga penginjil berusia 64 tahun ini akan membawa kasus tersebut dalam payung The Billy Graham Evangelistic Assosiation dalam World Summit in Defense of Persecuted Christians di Washington DC pada Mei 2017 nanti, juga sebagai bahan edukasi dan informasi kepada para politisi di Washington dan masyarakat Amerika secara umum terhadap masalah penganiayaan terhadap umat Kristen yang saat ini tengah terjadi diseluruh belahan dunia.

Terima Kasih Jenderal TITO KARNAVIAN


Si AGUS Takut DEBAT



BASUKI TJAHAJA PURNAMA sebagai GUBERNUR JAKARTA PALING CERADS, BERSIH dan JUJUR


Tuesday, November 15, 2016

Jagalah Hati, Tabayyun 411

^ Jagalah Hati, Tabayyun 411 ^

Bisakah ayat Quran dijadikan alat untuk membohongi/membodohi orang?

Bisa, misalnya saat aparat menangkap teroris/ISIS, lalu bilang: "Jangan mau dibodohi PAKAI ayat-ayat jihad yang menyuruhmu melakukan bom bunuh diri."

Apakah artinya ayat-ayat jihad di dalam Quran itu bohong? Tidak, hanya saja penafsirannya yang keliru, karena setiap penafsiran ayat itu perlu dilihat juga asbabunnuzul/sebab musababnya kenapa dan saat kapan/kondisi seperti apa sehingga diturunkannya ayat tersebut.

Lalu siapa yang membodohi/membohongi teroris tersebut dengan menggunakan ayat-ayat jihad? Bisakah itu adalah seorang ulama? Bisa, namun tentu ulama yang sesat alias setan yang berpenampilan seperti ulama.

Maka apakah aparat yang menyebutkan kalimat di atas sedang menistakan agama?

Tafsir dari kata "Awliya" pada Al-Maidah 51 adalah "Teman Setia/Sekutu", silakan cek tafsir Quran internasional. Sedangkan bahasa Arab dari kata "Pemimpin" adalah Amir (tunggal) / Umaro (jamak), contoh: Amirulmukminin = Pemimpin orang-orang yang beriman. Hanya di Indonesia saja yang terjemahan dari kata "Awliya" dirubah jadi kata "Pemimpin" oleh pemerintah orde baru karena pada saat itu dikhawatirkan jika diartikan "Teman Setia/Sekutu" maka akan ada yang menganggap tidak boleh berteman dengan non-muslim sehingga bisa menyebabkan perpecahan bangsa. Padahal yang dimaksud "Teman Setia/Sekutu" di situ adalah sobat karib yang sangat dekat untuk selama-lamanya (sampai mati). Ayat tersebut diturunkannya (Asbabunnuzul-nya) pada saat umat Muslim sedang diperangi oleh kaum Nasrani dan Yahudi. Tentu saja sangat berbahaya bila ber-awliya/berteman setia/bersekutu dengan mereka di saat sedang berperang karena dikhawatirkan akan ada pengkhianatan. Hal tersebut tidak sama dengan kondisi kita saat ini di Indonesia yang justru sedang butuh menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, apalagi kita adalah negara demokrasi yang majemuk. Setelah sadar akan kekeliruan terjemah dari kata tersebut, akhirnya kini DepAg telah merevisinya kembali ke arti yang sebenarnya.

Mengapa Ahok tahu tentang ikhtilaf (perbedaan) tafsir itu? Mengapa pula Ahok bilang ada yang membohongi masyarakat PAKAI ayat tersebut?

1. Karena Ahok dari sejak dulu saat pernah mencalonkan diri sebagai bupati Belitung Timur pun sudah sangat sering diserang dengan MEMAKAI ayat tersebut oleh para lawan politiknya yang kebetulan ber-KTP Islam. Bertebaran selebaran di masjid-masjid berisi Al-Maidah 51. Saat Ahok mengadukan hal ini kepada almarhum Gus Dur yang saat itu mendukung pencalonannya, almarhum Gus Dur mengatakan bahwa hal itu tak usah dihiraukan, terus maju saja, karena ayat itu beda konteksnya. Jadi, Ahok mendapatkan pemahaman tentang Al-Maidah 51 itu dari tafsir menurut almarhum Gus Dur, bukan menurut pemahamannya sendiri. Akhirnya, Ahok pun terpilih menjadi Bupati di Belitung Timur yang notabene 93% penduduknya adalah muslim. Hal tersebut mungkin terjadi karena pada saat menjadi anggota DPRD Belitung Timur, Ahok adalah pejabat yang terkenal karena kejujuran dan kerja kerasnya yang tulus membantu masyarakat di sana.

2. Selain memiliki seorang ibu angkat yang beragama Islam (Berjilbab, Almarhumah) dan seorang kakak angkat yang merupakan pendakwah di Jamaah Tabligh, Ahok pun dari sejak SD hingga SMP belajar agama Islam di sekolah negeri (Maklum karena dulu di kampung kurikulum pelajaran agamanya hanya ada agama Islam saja). Nilai-nilai pelajaran agama Islam nya pun selalu bagus, bahkan lebih tinggi dibanding teman-temannya yang memang beragama Islam.

Muncul pernyataan: "Jika dijadikan teman setia saja tidak boleh, apalagi dijadikan pemimpin." Berkaitan dengan hal itu, gubernur adalah pelayan rakyat yang masa jabatannya hanyalah selama 5 atau paling lama 10 tahun saja, bukan seperti teman setia yang sangat dekat tuk selama-lamanya (sampai mati). Selain itu, kita pun bisa googling tentang apa saja prestasi dan jasa seorang Ahok kepada umat muslim selama dia menjabat kemarin, justru banyak hal luar biasa yang telah dilakukannya demi kemajuan dan kesejahteraan umat muslim di Jakarta yang belum pernah dilakukan gubernur-gubernur ber-KTP Islam sebelumnya. Ahok adalah seorang pelayan rakyat yang non-Islam, namun sangat Islami.

Maka apakah masih ada yang ngotot bahwa dalam video tersebut Ahok telah bermaksud menistakan Quran, ulama, atau agama Islam?

Mungkin doktrin berita hoax dan fitnah dari pihak-pihak yang tidak suka jika Indonesia rukun dan maju karena dipimpin oleh para pemimpin jujur itu sudah terlalu mendarah daging di hatimu. Ingat lagi nyayian Aa: "Jagalah hati, jangan kau kotori... "

#TabayyunItuSangatPenting

- RSA -
radensonny.wordpress.com
radensonny.tumblr.com
radensonny.blogspot.com
facebook.com/radensonny

Tulisan lengkap beserta foto-fotonya ada di sini:
https://www.facebook.com/radensonny/posts/1616819685002198

Link data tentang 'Ahok dan Kemajuan Umat Islam' bisa dibuka di sini:

https://www.facebook.com/radensonny/posts/1617070894977077

atau di:

http://koranmetro.com/detailpost/relanu-ahok-itu-peduli-umat-islam

Silakan sebarkan tulisan ini dalam rangka turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, demi masa depan Indonesia yang lebih baik tuk anak cucu kita. Semoga menjadi amal jariyah.

#MuakPolitisasiSARA
#LawanFitnahBusuk

Share please... be my pleasure 😊

Monday, November 14, 2016

AHOK, Pahlawan Bangsa



KEMANA MUI, USTADZ & HABIB?



KEMANA MUI, USTADZ & HABIB?

Mana fatwa haram mu, MUI?
Mana tetes air mata mu, Ustadz?
Mana aksi bela islam mu, Habib?

Tatkala islam DINISTAKAN oleh perbuatan keji nan biadab, membunuh atas nama islam

Mana fatwa teroris telah menistakan agama, wahai MUI?

Mana fatwa teroris itu hukum nya haram / sesat, wahai MUI?

Mana tetes air mata mu ingatkan agar jihad ala teroris jangan ditiru, Ustadz?

Mana aksi bela islam turun ke jalan tolak terorisme, wahai Habib?

Apakah komentar Ahok lebih keji dari teror membunuh atas nama Islam?

Apakah akhlak Nusron Wahid lebih biadab dari jihad melenyapkan nyawa atas nama islam?

Apakah kasus Ahok lebih menistakan islam daripada terorisme atas nama islam, wahai Habib?

Apakah islam hanya untuk ngurusin Ahok & Nusron Wahid?

Apakah karena ngurusin terorisme tidak ada prospek kesejahteraan bagi kalian?

Tidak perlu kalian jawab, kami sudah tau jawaban nya.

Turut berduka cita atas tewas nya balita korban bom molotov "JIHAD way of life" di Samarinda"

SAY NO TO TERRORISM

Permadi Arya
( Aktivis Anti Terorisme )

#SayNoToTerrorism